20120124

Di Tugu Tani, Mereka Berpulang

Awan Mendung bergelayut hari itu
Rintik rintik hujan turun membasahi pagi
Mengantar jasad jasad itu kembali ke liang lahat
Seolah,
Alam pun berat menghadapi kenyataan ini

Di hari sebelumnya, peristiwa tragis itu terjadi
Sekelompok pemuda pengumbar hawa nafsu, hamba para setan.
Merenggut mimpi mereka
Cita cita, asa, cinta dan kasih, hilang melayang di jalan itu


Songsonglah hari esok tanpa dendam
Akan sangat berat untuk kalian pikul sendirian
Biar Tuhan dan Alam yang akan membalasnya
Dan teruslah bermain bola :)

Yogyakarta, 24012012 21:38

(Teruntuk kalian, semoga arwah kalian diterima di tempat terindah di sisiNya)

3 komentar:

  1. Anonim21.55.00

    dan mereka masih bocah, terlalu satir akhir ceritanya, sementara sang budak methampetamin sibuk mencari pembenaran dan keringanan atas yang telah dilakukannya.

    dongeng yang selalu terulang di negeri berjuta ironi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mimpi mereka direnggut oleh hawa nafsu para budak setan. Next time aku bikin post tentang mereka para budak.

      Hapus
  2. Anonim01.05.00

    Budak kbnyakan makan, ratu itu. Ratu kegelapan.

    BalasHapus